Paper Sosiologi Kehutanan Medan, September 2019
BUDAYA ADAT DI KALIMANTAN
Dosen Penanggung jawab:
Dr. Agus
Purwoko, S.Hut, M.Si
oleh:
Rinal Kusnadi 171201049
MNH 5

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper Sosiologi Hutan ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini berjudul “Budaya
Adat di Kalimantan ". Program Studi
Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Dalam pembuatan Paper, penulis dibantu oleh dosen
penanggung jawab mata kuliah Sosiologi Hutan yaitu Dr. Agus Purwoko, S.Hut,
M.Si. hingga selesainya Paper ini.
Penulis menyadari bahwa paper ini belum sempurna, baik
dari segi teknik penyusunan maupun dari segi materi dan pembahasan. Oleh sebab
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan
Paper ini.
Medan, September 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan
masalah
1.3 Tujuan
BAB II. ISI
- Budaya Adat di Kalimantan Timur
- Budaya Adat di Kalimantan Tengah
- Budaya Adat di kalimantan Barat
BAB III. PENUTUP
A.
Kesimpula n
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Indonesia
adalah negara yang berkembang dan memilki kekayaan yang beranekaragam mulai
dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia tersebut
bukan hanya berupa kekayaan sumber alam, tetapi masyarakat Indonesia juga
memiliki kekayaan lain seperti kekayaan akan kebudayaan dan tradisi suku bangsa
Indonesia yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.
Salah
satu bentuk budaya adalah kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan tata nilai
atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan
tempatnya hidup secara arif. Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan
pengaruh negatif terhadap perkembangan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal
yang dimiliki bangsa Indonesia. Arus globalisasi yang deras menawarkan gaya
hidup yang cenderung pragmatis serta bergaya hidup konsumtif terbukti secara
perlahan-lahan telah mereduksi nilai-nilai yang diajarkan dalam kearifan lokal.
Nilai-Nilai
Kearifan Lokal dalam budaya masyarakat tercermin dalam keikutsertaan masyarakat
dalam melakukan kunjungan ke tempat-tempat peninggalan sejarah/ warisan budaya,
melihat pertunjukan/pameran seni, penggunaan busana daerah/ tradisional,
upacara adat. Status kunjungan penduduk ke tempat-tempat peninggalan sejarah/
warisan budaya masih rendah. Pertunjukan/ pameran seni yang sering diikuti
adalah seni musik dan seni tari. Penggunaan busana daerah/ tradisional hanya
dilakukan pada saat menghadiri upacara keagamaan. Upacara adat banyak diikuti
oleh penduduk.
1.2 Rumusan Masalah
1. Budaya Adat di Kalimantan Timur.......?
2. Budaya Adat di Kaimantan Tengah...........?
3. Budaya Adat di Kalimantan Barat......?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui budaya adat di kalimantan timur.
2. Untuk mengetahui adat di kalimantan tengah.
3. Untuk mengetahui adat di kalimantan barat.
BAB II
ISI
1.2 Budaya
Adat di kalimantan Timur
Kalimantan
Timur merupakan provinsi di bagian ujung timur Pulau Kalimantan yang berbatasan
dengan Malaysia, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan
Sulawesi. Provinsi ini memiliki ibu kota yakni Samarinda, yang terkenal dengan
julukan Bumi Mulawarman. Seperti wilayah Indonesia pada umumnya yang terkenal
akan kekayaan budaya, Kalimantan Timur juga memiliki ragam kebudayaan dengan
karakteristik yang cukup khas, seperti kesenian, bahasa daerah, adat istiadat,
kuliner, suku-suku yang terkenal seperti suku Dayak dan suku Kutai, serta
budaya lain yang menjadi kebanggaan masyarakat sebagai identitas yang melekat
pada nama Kalimantan Timur.
Dalam hal peninggalan kebendaan dari adat
budaya tersebut salah satu yang terus melekat hingga saat ini yaitu rumah adat
Kalimantan Timur yakni rumah Lamin. Awalnya rumah Lamin ini merupakan rumah
identitas milik suku Dayak Kenyak, namun ditetapkan sebagai rumah tradisional
oleh pemerintah pada tahun 1967 dan resmi dinyatakan sebagai rumah adat
Kalimantan Timur.
Dapat
dijumpai masyarakat tradisional menggunakan motif tertentu untuk diimplementasikan
pada benda yang digunakan sehari-hari, mulai dari pakaian, alat rumah tangga,
senjata, hingga dinding rumah. Motif pada pakaian adat memiliki menjadi
identitas kultural yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari masyarakat.
Pakaian yang pada zaman Pra Sejarah dahulu sejatinya digunakan untuk melindungi
tubuh dan memberikan rasa nyaman kepada penggunanya, mulai beralih pada tahap
dimana pakaian menjadi lambang dari nilai filosofis dan nilai estetis kehidupan
yang dianut oleh masyarakat tersebut. Berbedanya busana daerah antara daerah
yang satu dan daerah lainnya, karena kebudayaan manusia di setiap daerah
cenderung berbeda yang
dipengaruhi oleh alam sekitar. Perbedaan busana daerah masing-masing ini,
karena setiap daerah mempunyai adat istiadat, kebiasaan, cara hidup yang bisa
berbeda di antara yang satu dan yang lainnya, dan lingkungan sosial budaya yang
berbeda.
Jadi,
motif budaya ini dapat dimanifestasikan pada busana, baik dengan adanya busana
daerah yang ada di kepulauan di wilayah Republik Indonesia, maupun dengan
masuknya budaya barat yang dianggap oleh orang pada umumnya lebih praktis.
Salah satunya adalah pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat dari suku Dayak
Kenyah di Kalimantan Timur. Ketika pakaian adat Dayak Kenyah dibayangkan maka
akan terbesit hiasan kepala dari bulu burung enggang. Bentuk pakaian seperti
rompi yang unisex 1 bewarna hitam lengkap dengan motif hias yang terbuat dari
manik-manik bewarna cerah, lengkap dengan perhiasan dan kalung manik, anting,
serta mandau yang terselip dipinggang untuk para pria.
1.2
Budaya
Adat di Kalimantan Tengah
Dayak
adalah sebuah nama kolektif yang dilabelkan untuk etnik yang mendiami Pulau
Kalimantan atau Borneo. Nama kolektif tersebut mencakup kira-kira 450 subsukub
Dayak. Pembagian subsuku ini berdasarkan fakta tentang kesamaan bahasa, hukum
adat, dan ritus kematian serta dapat ditambahkan sesuai daerah domisili, nama
sungai, dan kesamaan musik. Menurut berbagai sumber, disimpulkan bahwa tidak seseorang
pun mengetahui persis asal-usul Suku Dayak. Berbagai sumber tertulis
menyebutkan bahwa Suku Dayak berasal dari keturunan kelompok Proto-Melayu yang
berasal dari India Belakang, yang masuk ke Bomeo melalui Semenanjung Malaya
sekitar 4.000 tahun silam. Suku Dayak sendiri memiliki tradisi lisan untuk
memberikan jawaban atas pertanyaan tentang asal-usul Suku Dayak. Suku Dayak
Ngaju Kalimantan Tengah menyebut manusia Dayak pertama diciptakan oleh
"Ranying Halata Langit" subsuku Dayak Simpang di Ketapang, Kalimantan
Tengah, menyebut pencipta manusia adalah Nek Duwata; Jubata (subsuku Kanayatn)
Alla Tuala (Suku Iban).
Suku
Dayak di Kalimantan, khususnya Suku DayakNgaju, sangat menjunjung tinggi
adat-istiadat yang diwariskan nenek moyang mereka. Kendati modernisasi dengan
segala hal menyertai, adat dan budaya Dayak Ngaju masih dipelihara meski ada
yang luntur atau berganti makna dan upacara. Dan penelitian ini dimaksudkan
untuk menelusuri salah satu adatyang masih dilaksanakan sebagian anggota
subsuku Ngaju yang berdomisili di Desa Samba Danum Katingan. Peneliti memilih
adat yang diteliti adalah adatyang dinamai "Nyaki Tihi".
1.3
Budaya Adat di kalimantan barat
Membicarakan kehidupan
sastra secara keseluruhan tidak terlepas dari persoalan kesusastraan daerah,
khususnya sastra lisan, yang merupakan warisan budaya daerah yang turun temurun
dan mempunyai nilai-nilai luhur yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan dalam
hubungan dengan usaha menangkal efek negatif globalisasi. Menurut
Koentjaraningrat, nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenai sesuatu
yang ada dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal
yang harus dianggap sangat bernilai di dalam kehidupan. Oleh karena itu, suatu
sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman aturan tertinggi bagi kelakuan
manusia, seperti aturan hukum di dalam masyarakat. Nilai budaya itu biasanya
mendorong suatu pembangunan spiritual, seperti tahan cobaan, usaha dan kerja
keras, toleransi terhadap pendirian atau kepercayaan orang lain dan gotong royong.
Asal-usul
upacara Nyangahatn adalah kepercayaan orang Dayak Kanayatn terhadap Tuhan yang
mereka sebut Jubata. Mereka meyakini bahwa Jubata telah memberikan rejeki yang
melimpah pada pertanian mereka. Untuk itu, sebagai ungkapan rasa syukur dan
terima kasih kepada Jubata, Suku Dayak Kanayatn membuat upacara yang disebut Nyangahatn. Tradisi lisan Dayak
Kanayatn terbagi menjadi dua bagian, yaitu yang bercorak cerita, seperti cerita
rakyat, legenda, epik, dan yang bercorak bukan cerita, seperti ungkapan,
nyanyian puisi lisan, peraturan dan upacara adat. Tradisi lisan merupakan hasil
atau sumber kebudayaan daerah yang memiliki nilai-nilai luhur, moral mengenai
tatanan kehidupan suatu masyarakat pada waktu tertentu untuk dijadikan cerminan
hidup kebudayaan dan komunikasi antargenerasi.
Kebudayaan
merupakan hasil kegiatan penciptaan batin (akal budi) manusia sebagai bagian
dari suatu masyarakat seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat pada
suatu daerah. Koentjaraningrat, mengemukakan “kata kebudayaan berasal dari kata
sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau
akal”. Dengan demikian kebudayaan itu dapat diartikan semua hal-hal yang
bersangkutan dengan akal pikiran. Kebudayaan adalah cara hidup dan cara
berpikir manusia berupa cipta, karsa, dan rasa suatu masyarakat. Setiap hasil
kebudayaan memiliki kandungan nilai-nilai yang dijunjung tinggi yang dapat
dijadikan pedoman hidup masyarakat.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Indonesia
adalah negara yang berkembang dan memilki kekayaan yang beranekaragam mulai
dari Sabang sampai Merauke.
2. Salah
satu bentuk budaya adalah kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan tata nilai
atau perilaku hidup masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungan
tempatnya hidup secara arif.
3. Status
kunjungan penduduk ke tempat-tempat peninggalan sejarah/ warisan budaya masih
rendah.
4. Menurut
Koentjaraningrat, nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenai sesuatu
yang ada dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal
yang harus dianggap sangat bernilai di dalam kehidupan.
5. Nilai
budaya itu biasanya mendorong suatu pembangunan spiritual, seperti tahan
cobaan, usaha dan kerja keras, toleransi terhadap pendirian atau kepercayaan
orang lain dan gotong royong.
Saran
Saran saya adalah sebaiknya budaya adat di kalimantan
agar lebih dilestarikan agar seluruh masyrakat indonesia mengetahui adat yang
ada di kalimantan.
DAFTAR PUSTAKA
Suardi,
2017. Struktur dan nilai budaya nyanghatn baburukng pada upacara adat
perladangan dayak kanayatn kalimantan barat.
perladangan dayak kanayatn kalimantan barat.
Wilson,
2017. Makna upacara nyaki tihi adat dayak ngaju di desa samba danum
katingan, kalimantan tengah
katingan, kalimantan tengah
Marlina,
2017. Kajian semiotik motif paaian adat suku dayak kenyah di desa
pampang samarinda kalimantan timur. Fakultas Seni Rupa
pampang samarinda kalimantan timur. Fakultas Seni Rupa
Daud,
2018. Analisis tuturan tradisi upacara Ladung
Bio suku dayak kenyah lepo
Tau di desa nawang Baru. Vol 2, No 2. ISSN 2549-7715.
Tau di desa nawang Baru. Vol 2, No 2. ISSN 2549-7715.

Lanjutkan
ReplyDeleteMakasinfonya bang
ReplyDeleteKeren ni papernya... Banyak info2 baru....
ReplyDeleteMakasih bang...
Papernya bagus dan bermanfaat
ReplyDeletePapernya bagus dan bermanfaat
ReplyDeleteWawaaa luar biasa sekali bg
ReplyDeleteSangat membantu terimakasi bg infonya
ReplyDeleteSangat membantu infonya bagi orang-orang yang belum paham betul budaya orang kalimantan 👍
ReplyDeleteBagus kali, apalagi untuk anak kehutanan
ReplyDeleteMantap bang
ReplyDeleteSangat bermanfaat informasinya👍
ReplyDeletemantap, sangat bermanfaat sekali ilmunya
ReplyDeletethanks bang infonya sangat bermanfaat
ReplyDelete